Kamis, 23 Oktober 2014

Pesona keindahan

Senja aku menemukanmu
Dibalik langit penuh kehalusan
Terlukiskan keindahan pesonamu
Dengan warna menguning penuh rona

Dibawahmu aku mengagumi
Dalam ronamu aku mencintai
Pesonamu terhapus seketika
Berganti malam yang gelap gulita

Indah tercipta saat surya menghilang
Menjelang malam bertabur bintang
Dalam jeda siang menuju malam
Kau tetap indah serta menawan

Terlukiskan pesan berpamitan
Seperti burung tak memiliki jam
Kembali bergegas untuk pulang
Sampai bertemu senja kusayang


Kamis, 02 Oktober 2014

Pesan berkemas rindu

Salam kepada hati yang terpisah....
Bagaimana kabarmu? Aku baik, semoga kamu baik-baik saja disana. Sudah lama tak jumpa, masih bertahankah dengan jarak? Tak usah risau oke. Jarak boleh memisahkan kedua raga kita saling berjauhan, tapi kita masih dibawah atap langit yang sama hingga kini. Kapan berjumpa nih? Tak sabar rasanya aku berjumpa. Mengingat suasana dalam satu waktu yang sama, tertawa berdua, tersenyum menatap mata begitu indah dan sederhana. Masih menanam rindukah? Tak usah lelah menanamnya yah. Kita akan memanen hasilnya berdua, begitu pun aku akan siap menunggu menguning hingga berbuah. Aku beritahu, rindu takkan menyakiti hatimu tapi dia akan mengajarimu rasanya menunggu untuk bertemu. Apakah wajahku masih menghiasi bingkaimu? Biarkan potret itu akan terus ada dan takkan lekang termakan massa. Biar wajah kita terus memuda dan takkan pernah keriput menua dalam bingkai abadi. Kenangan itu akan selalu ada walau kita sudah tak bersama lagi, dia pengingat kisah yang pernah ada dan terjalin begitu lama. Kuatkan hatimu, saat pundak ini tak lagi menjadi sandaranmu dalam susah bercampur beban. Kuatkan hatimu, saat tangan ini tak lagi bergandeng seperti biasa dalam ramai manusia. Jangan menyesal merindu, karena aku siap menjadi rumah kepulanganmu. Saat langkah ini tak lagi beriringan, siapkan dirimu berjalan dalam terjalnya hidup. Saat ini aku ingin menitipkan pesan berkemaskan rindu untukmu. Tak usah takut lagi akan ombak yang kian menghadangmu hingga terombang ambing, layaknya dilaut lepas aku akan siap menjadi karang yang kokoh untukmu berpegang.

Minggu, 31 Agustus 2014

Jumpa

Berjumpa walau seketika
Melirik kedua bola mata 
Memandang tak akan lupa
Begitu rasa amat bahagia 

Berpisah hanya sementara
Jarak pemisah dua raga
Langit atap kita berdua
Hati tetaplah bersama

Buat hati ini ramai 
Selalu bersorak gembira 
Biarlah kasih tak sampai
Nantikan datang juga

Biarkan aku memendam 
Rasa yang mesti dibungkam
Hingga kita berjumpa kembali
Dengan hati yang masih mencintai


Selasa, 13 Mei 2014

Surya terbenam

Hai malam 
Datang ketika surya terbenam
Selepas senja mulai menghilang
Beratapkan langit penuh bintang

Bergantung rembulan begitu tenang
Terlihat terang memancarkan sinar
Dengan bintang penuh bertaburan
Tak lagi terhitung oleh akal pikiran

Siang dan malam
Bertukar bagai memiliki jam
Menentukan terbit dan terbenam
Saat peran surya berganti rembulan

Salam untukmu malam
Dariku manusia dibawah naungan
Suasana langit gelap dengan bintang
Penuh keindahan yang tak terlukiskan







Selasa, 06 Mei 2014

Kata cinta

 Aku tidak hebat dalam bercerita, hanya aku belajar mencoba untuk merangkai kata !

Cinta itu rasa, rasa ketika menyukai dan menyayangi.
Cinta itu tak punya alasan jelas ketika tumbuh bersemi.
Seketika cinta datang dan hinggap dalam lubuk hati.
Menyukai dengan menatap mata seketika turun ke hati.
Menyimpan rasa penuh ungkapan kata menunggu berbagi.

Hati hanya bisa membendung rasa
Tak semua dapat terlontar oleh kata
Begitu pun cinta tak selalu bahagia
Terkadang rasa sakit pergi mengantarnya
Semua rencana takkan sama dengan fakta

Dialah cinta selalu penuh dengan cerita
Suka maupun duka memang begitu adanya
Dialah cinta selalu penuh dengan makna
setiap hati selalu menyimpan bahagia
Inilah cinta karenanya manusia tercipta

Dua hati bersatu menjadi satu
Dalam raga berbeda menjadi sama
Satu cinta melengkapi keduanya
Menyatukan setiap ego menjadi satu
Dalam kemas yang berlandaskan cinta

Sabtu, 03 Mei 2014

H.C.U

Puisi ini aku buat dengan penuh rasa cinta akan kenanganmu semasa hidup didunia !

Hari itu haru bercampur cemas
Penuh rasa khawatir dan gelisah 
Tubuhmu terkujur penuh lemas 
Detak jantung yang mulai melemah

Menanti setiap waktu berjumpa
Walau hanya dengan menatap mata
Menatap dengan penuh cinta
Dengan hati yang lemah tak kuasa

Tiba saatnya tuhan mengambilnya 
Penuh iba aku panjatkan do'a
Untuk ampunan atas segala dosa
Semasa hidupnya saat didunia

Jasad yang tak lagi bernyawa
Diam memucat tak lagi bersuara
Kecupan kening untuk terakhir kalinya
Tanda perpisahan dengan sosokmu tercinta

Semua tak akan hilang begitu saja 
Dan takkan pernah terganti
Hingga nanti kita berjumpa
Kepada-Nya akupun kembali

Salam dari anakmu, terima kasih telah mengajarkanku akan arti hidup yang sesungguhnya, lewat blog ini aku berbagi kenangan untuk nanti disimpan dan takkan hilang akan selalu terkenang :) 

(H.C.U)
(Eli Lailiz Hilmi, SH)
(25-04-2014 - 28-04-2014)








Rabu, 26 Maret 2014

Pesan dikala senja

Indah menatap senja, dengan langit terlihat menguning penuh rona. Cahaya masuk memenuhi ruang kamar, dari setiap celah jendela, terasa hangat seperti memberi pesan perpisahan. Sang surya sudah harus pamit berganti dengan dewi rembulan yang menerangi malam, keduanya indah saling melengkapi bagai dua pasang kekasih. Secangkir minuman yang aku sebut kopi, menemani jari jemari ini merangkai setiap kata, dengan cahaya rona senja menusuk mata. Indah dengan aku padukan suara musik pengiring senja, semakin merasakan kehangatan indahnya senja di dalam kamar dengan wajah menghadap ke langit. Ini adalah nilai rasa syukur kepada sang pencipta. Karenanya aku bisa menikmati langit yang begitu luas tak berujung, matahari yang tak pernah padam seolah memiliki jam, dan angin yang terus berhembus membawa kesejukan. Hidup memang untuk dinikmati, menikmati semua yang telah diberikan, dan menjaga agar tak kehilangan. Aku belajar kepada alam, yang selalu memberi pelajaran akan hidup, bahkan alam yang membuat kita bernafas lega, ketika oksigen yang kita hirup adalah salah satu proses dari hasil fotosintesis. Alam sudah memberikan apa saja yang kita butuhkan, begitulah guna dia diciptakan, hanya saja kita sebagai manusia yang tak pernah menjaga seolah tak membutuhkan. Terlihat mentari mulai meredup terbenam, berpamitan seolah memang memiliki jam pulang, dan bergantian dengan terbit dewi rembulan pengisi malam. Aku titip pesan untuk mentari yang terbenam "Hai sang surya, terima kasih untuk hari ini atas hangatnya sinar yang terpancarkan dan tetaplah terbit terus bersinar hingga terbenam". Aku titipkan juga pesan untuk dewi rembulan "Hai dewi rembulan, cahaya penghias malam yang tak pernah padam, tetaplah bersinar di atap langit bersama taburan bintang yang tak tergantikan" . Aku manusia yang selalu bangga akan keindahan kalian, dua pasang kekasih yang saling bergantian, menyinari dunia dari kegelapan.