Rabu, 26 Maret 2014

Pesan dikala senja

Indah menatap senja, dengan langit terlihat menguning penuh rona. Cahaya masuk memenuhi ruang kamar, dari setiap celah jendela, terasa hangat seperti memberi pesan perpisahan. Sang surya sudah harus pamit berganti dengan dewi rembulan yang menerangi malam, keduanya indah saling melengkapi bagai dua pasang kekasih. Secangkir minuman yang aku sebut kopi, menemani jari jemari ini merangkai setiap kata, dengan cahaya rona senja menusuk mata. Indah dengan aku padukan suara musik pengiring senja, semakin merasakan kehangatan indahnya senja di dalam kamar dengan wajah menghadap ke langit. Ini adalah nilai rasa syukur kepada sang pencipta. Karenanya aku bisa menikmati langit yang begitu luas tak berujung, matahari yang tak pernah padam seolah memiliki jam, dan angin yang terus berhembus membawa kesejukan. Hidup memang untuk dinikmati, menikmati semua yang telah diberikan, dan menjaga agar tak kehilangan. Aku belajar kepada alam, yang selalu memberi pelajaran akan hidup, bahkan alam yang membuat kita bernafas lega, ketika oksigen yang kita hirup adalah salah satu proses dari hasil fotosintesis. Alam sudah memberikan apa saja yang kita butuhkan, begitulah guna dia diciptakan, hanya saja kita sebagai manusia yang tak pernah menjaga seolah tak membutuhkan. Terlihat mentari mulai meredup terbenam, berpamitan seolah memang memiliki jam pulang, dan bergantian dengan terbit dewi rembulan pengisi malam. Aku titip pesan untuk mentari yang terbenam "Hai sang surya, terima kasih untuk hari ini atas hangatnya sinar yang terpancarkan dan tetaplah terbit terus bersinar hingga terbenam". Aku titipkan juga pesan untuk dewi rembulan "Hai dewi rembulan, cahaya penghias malam yang tak pernah padam, tetaplah bersinar di atap langit bersama taburan bintang yang tak tergantikan" . Aku manusia yang selalu bangga akan keindahan kalian, dua pasang kekasih yang saling bergantian, menyinari dunia dari kegelapan.

Rabu, 19 Maret 2014

Akulah banjir

Aku adalah air
Tergenang karena lingkungan
Tak terjaga terus meluap
Hingga tak terbendung

Aku air yang tak diinginkan
Tiap kali datang tak memberi kesan
Hanya menyisakan kotoran
Untuk selalu dibersihkan

Banjir itulah aku
Manusia hanya ingin aku pergi
Tapi tak pernah menanggulangi
Hingga selalu aku genangi

Sampah yang selalu terbuang
Berserakan membuat sumbatan
Pohon rindang sudah habis ditebang
Ulah manusia yang tak pernah berpikir panjang

Selasa, 18 Maret 2014

Jeruji sangkar

Aku seekor burung 
Selalu terbang hinggap disetiap pohon
Tak memiliki jam tangan
Tak memiliki penunjuk jalan
Tetapi aku tak pernah lupa untuk pulang


Aku diciptakan menghiasi alam
Diberikan kedua sayap untuk terbang
Sesuka hati tak ada yang melarang

 
Hingga saatnya aku harus terjerat dalam jebakan manusia
Dan terkurung dalam jeruji bernama sangkar
Yang membuat aku tak bisa terbang
 
Walaupun begitu banyak makanan tersedia
Tapi aku lebih senang untuk terbang
Merasakan kebebasan menghirup udara alam


Aku hidup untuk terbang mengepakan kedua sayap
Mengelilingi langit yang luas tak berujung
Hingga senja sebagai penanda waktu untuk pulang

 
Hanya sangkar ini yang mengurung
Membatasi aku terbang
Takkan sama senyaman pohon berindang


Aku ingin keluar 
Tak ingin terus menerus dalam sangkar
Terkurung dan tak bisa terbang

 
Andai saja manusia mengerti setiap kicau yang terlontar
Keluhan hati yang ingin segera keluar
Menikmati setiap sinar surya terbit dan terbenam


Hai manusia
Aku burung yang ingin terbang
Pergi bebas tak ada yang melarang
Dan tak ingin terkurung dalam jeruji bernama sangkar

Selasa, 11 Maret 2014

Persimpangan pilihan

Pilihan itulah yang selalu membuat manusia bersikeras menentukan, baik maupun buruk itulah resiko yang ditanggung ketika mereka memilih. Setiap orang selalu dihadapkan akan pilihan, karena memang hidup adalah pilihan. Ketika memilih hidup untuk bangun dari mimpi dan bergerak mewujudkan, atau hidup untuk tertidur dalam nyamannya mimpi dan terus terdiam, itulah pilihan bagai dua jalan baik atau buruk kita yang menentukan. Inilah yang aku alami akan pilihan jalan hidup, memilih untuk jalan mulus tanpa terjal yang menghantam atau jalan yang sangat terjal dengan kerikil yang menyakitkan. Selalu dihadapkan dengan pilihan dan keputusan yang membingungkan untuk menentukan arah dua jalan, berserah diri meminta petunjuk yang terbaik akan persimpangan pilihan. Dahulu pun begitu, manusia diciptakan menempati ruang yang begitu sempurna, dengan keindahan yang tak ternilai harga. Akan satu larangan dari sang pencipta, yang membuat Adam tergoda, dan menanggung resiko menempati ruang dunia. Inilah bukti akan pilihan manusia untuk hidup, dahulu pun begitu dihadapkan memilih untuk ta'at memegang teguh janji atau malah ingkar dengan nafsu yang tak terkendali. Jadi, memang pilihan adalah alasan nenek moyang kita menempati dunia, setelah ingkar akan teguhnya janji kepada sang pencipta dan terbuang dari indahnya surga yang tak ternilai harga. Hanya kepada sang pencipta yang jauh diatas sana, aku berserah diri dari kegelisahan menentukan pilihan atas dua jalan.

Minggu, 02 Maret 2014

Penunggu janji

Luapan emosi ini adalah satu tanda akan kemarahanku terhadap keadaan, yang semakin kesini makin memburuk tak pernah ada perubahan terutama tehadap kehidupanku. Sudah sejak lama janji-janji yang terucap hingga ku tunggu teguh setiap janji, semua membuatku jenuh akan menunggu yang tak pernah terbukti hingga saat ini. Harus bagaimana lagi menghadapi semua keadaan seperti ini, sudah sejak lama hati ini selalu bersorak-sorak menagih janji yang selalu ku harapkan terbukti. Semua sudah ku turuti keinginan mereka, tapi hati selalu bertanya "Mengapa tidak ada timbal balik untuk menuruti keinginanku yang satu ini?" berbagai cara meminta tetap saja tidak mereka gubris. Terasa mulai lelah hati ini menanti memakan janji, yang selalu mereka ingkari hingga saat ini tak pernah terbukti. Tepat hati ini memuncak dengan keinginan yang tak pernah dituruti, sudah cukup waktu panjang untukku untuk selalu menunggu. Lewat blog ini, selalu ku torehkan setiap cerita suka maupun duka, hanya waktu yang dapat menjawabnya.

Sabtu, 01 Maret 2014

Kesan bahagia maret

Hai bulan maret yang aku tunggu, hai tanggal 1 yang aku nanti. Tak terasa kita berjumpa kembali dengan bertambahnya usia aku saat ini, semua memang terasa cepat hingga tak terasa sudah semakin tua aku ini. Penuh sekali kesan yang aku lalui setiap kali bertemu dengan maret tepat jatuh pada tanggal 1, suka maupun duka semua aku alami seiring bertambah usia. Aku lebih menamakan hari ini, bulan ini, dengan hari bahagia. Hari aku melihat dunia sejak pertama kali terlahir dari sosok wanita dinamai ibu. Sudah berbelas tahun aku hidup di dunia, ternyata sang pencipta masih mengijinkan aku menempati bumi hingga saat ini. Ucapan syukur atas berkah umur panjang membuat aku semakin sadar, ini takkan berarti jika aku pakai di sisa hidup untuk hal tak berguna. Tepat hari ini kesan penuh kejutan memenuhi ruang bahagia, yang mungkin kali ini lebih berbeda, perasaan aku lebih bahagia walaupun tak harus mewah tapi cukup dengan sesederhana mungkin. Semua berkumpul menjadi satu, aku menamakannya kebahagiaan, tak pernah akan hilang walau tergerus oleh waktu. Aku rasa kejutan untuk maret kali ini lebih lengkap, dan jujur saja ini peristiwa yang takkan terlupakan, karena aku memang tak pernah mendapatkannya kecuali pada perayaan kelahiran yang satu ini. Tak heran ini adalah rencana para sahabat yang tak pernah lekang oleh waktu, dan wanita yang selalu penuh kejutan. Mereka semua berhasil membuat aku merasa bahagia, merasa berkesan, dan merasa terkejut akan kejutan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Aku menorehkan kesan pada blog ini, agar suatu saat nanti akan menjadi sesuatu yang tak pernah hilang, dan selalu diingat ketika membacanya. Bukti akan kesan aku, hari ini diperayaan lahir yang menanamkan rasa bahagia. Ini aku Fikry Hilmi Wijayakusumah telah bertambah usia, tepat pada 01-Maret-2014 mengucapkan terima kasih kepada orang-orang atas doa yang mereka panjatkan kepada sang pencipta alam semesta. Semoga semua doa terkabul dan aku semakin menjadi sosok pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, penuh kejutan, dan tetap berkesan. Amin