Selasa, 11 Maret 2014

Persimpangan pilihan

Pilihan itulah yang selalu membuat manusia bersikeras menentukan, baik maupun buruk itulah resiko yang ditanggung ketika mereka memilih. Setiap orang selalu dihadapkan akan pilihan, karena memang hidup adalah pilihan. Ketika memilih hidup untuk bangun dari mimpi dan bergerak mewujudkan, atau hidup untuk tertidur dalam nyamannya mimpi dan terus terdiam, itulah pilihan bagai dua jalan baik atau buruk kita yang menentukan. Inilah yang aku alami akan pilihan jalan hidup, memilih untuk jalan mulus tanpa terjal yang menghantam atau jalan yang sangat terjal dengan kerikil yang menyakitkan. Selalu dihadapkan dengan pilihan dan keputusan yang membingungkan untuk menentukan arah dua jalan, berserah diri meminta petunjuk yang terbaik akan persimpangan pilihan. Dahulu pun begitu, manusia diciptakan menempati ruang yang begitu sempurna, dengan keindahan yang tak ternilai harga. Akan satu larangan dari sang pencipta, yang membuat Adam tergoda, dan menanggung resiko menempati ruang dunia. Inilah bukti akan pilihan manusia untuk hidup, dahulu pun begitu dihadapkan memilih untuk ta'at memegang teguh janji atau malah ingkar dengan nafsu yang tak terkendali. Jadi, memang pilihan adalah alasan nenek moyang kita menempati dunia, setelah ingkar akan teguhnya janji kepada sang pencipta dan terbuang dari indahnya surga yang tak ternilai harga. Hanya kepada sang pencipta yang jauh diatas sana, aku berserah diri dari kegelisahan menentukan pilihan atas dua jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar