Selasa, 31 Desember 2013

Semesta menua

Lelah menempuh jarak dunia
Terbentang luas hingga utara
Alam yang indah memanjakan mata
Sang penghuni manusia yang merusaknya

     Fana begitulah dunia
     Indah hanyalah sementara
     Bermula dan pasti sirna 
     Waktu yang menandainya

Hai alam semesta
Sungguh tua umurnya
Terbentuk dan memiliki massa
Semua memang hanyalah persinggahan sementara

Puitis memang aku menggambarkan semesta, yang akan habis terkikis oleh ulah penghuninya. Persinggahan ini hanyalah sementara, yang memiliki batas massa berakhirnya. Sayang memang semesta menua begitu saja, hanya menunggu batas waktu untuk sirna, yang ditentukan oleh sang pencipta.

Senin, 30 Desember 2013

Coretan kisah alasan

Gelap mengajarkan aku akan datangnya terang 
Sedih mengantarkan aku pada pintu kebahagiaan
Rindu memberikan aku arti sebuah perjumpaan
Cinta menyatukan dua hati insan tanpa alasan

     Setiap kali aku berpikir akan gelap, satu alasan yang terlintas dalam benak ini adalah menanti adanya terang agar bisa memudarkan suasana hitam tak bercahaya. Bukankah manusia takkan bisa hidup dalam kegelapan tanpa melihat adanya titik terang saat mereka memandang, itulah mengapa ketika gelap datang aku meyakini jika akan adanya titik sinar terang.
     Setiap kali aku merasa sedih itulah satu alasan yang menguatkan aku akan terbitnya kebahagiaan. Karena itu sedih adalah cara aku untuk membuka pintu bahagia yang terkunci oleh rintangan, bukankah dengan menghadapinya membuat aku semakin kuat akan rintangan tuhan yang diberikan, itulah mengapa aku meyakini rasa sedih akan mengantarkan aku pada pintu kebahagiaan.
     Setiap kali aku merasa rindu, satu alasan yang selalu mengajarkan aku akan suasana menunggu. Untuk saling bertemu dalam satu waktu antara aku dan kamu, akan saling melempar senyum tawa dengan tatapan penuh rasa manja, tanpa rindu mungkin takkan pernah aku merasakan indahnya menanti waktu untuk berbagi, dan tanpa rindu pun mungkin aku takkan merasakan arti perjumpaan yang mempertemukan sepasang dua bola mata dengan tatapan penuh rasa cinta.
     Semua ini berbeda dengan rasa yang mungkin tidak ada alasan aku untuk mengutarakan kedatangannya, terbenam dalam dua hati yang saling menyuka bermuara pada dua insan yang berbeda. cinta, itulah dia yang memabukan setiap manusia dalam rasa suka tanpa alasan kedatangannya, hanya saja cinta memberikan aku satu arti akan penyatuan dua hati insan.

Jarak

Jarak mengajarkan aku banyak hal, bukan sekedar perpisahan akan tetapi jarak pun membuat aku yakin akan perjumpaan. Karena jarak aku tahu rasanya menanti , karena jarak aku menghargai arti sebuah perjumpaan, dan karena jarak pun mengajarkan aku rasa merindu.

Langit senja

Langit kembali menurunkan air nya kembali tetes demi tetes membasahi bumi dan senja dihari ini, entah berapa banyak langit menurunkan tetesan air disenja ini.

Sang pencipta rencana

Segala sesuatu yang memang sudah begitu bulat di rencanakan tetapi berbanding terbalik dengan hasil akhirnya yang terkadang berbeda dengan rencana sebelumnya. Inilah hanya kemampuan manusia untuk berencana tetap kodrat tuhan yang menentukan hasil akhirnya karena itu adanya doa disetiap keluhan manusia kepada sang pencipta.

Sang massa

Waktu selalu habis bergulir begitu saja terasa cepat termakan oleh peristiwa, terekam dalam kenangan dan terjadi dalam setiap insan. Begitulah sang massa membuat dirinya begitu berharga dengan pemberian sang kuasa, aku adalah waktu yang menjemput akan akhir peristiwa yang takan pernah abadi hingga saatnya nanti mati dan terhabisi oleh ambisi para insan yang mengabaikanku selama di dunia.

Kisah rindu

Rindu memberi arti menunggu kapan bertemu memiliki waktu berbagi kisah aku dan kamu, karena dengan merindu aku tahu betul arti perpisahan yang menyisakan kenangan cerita panjang tentang kita dengan ukiran  rasa suka maupun duka dan penyesalan sebagai rasa kekecewaan akan kehilangan. Rindu tak pernah salah akan rasa menunggu bertemu dalam satu waktu hanya dengan kamu.

Langkah hati

Lihatlah ke bawah sebelum melihat ke atas itu akan membantu kalian berjalan tanpa terjatuh dengan begitu melihat ke bawah akan membuat kalian berhati-hati dalam melangkah, tentukan jalan yang akan di lewati dengan hati dengan begitu membantu kalian memilih jalan yang terbaik tanpa tersesat.

Nikmat sang penghuni

Tetesan air dari langit kembali turun sudah seperti biasanya dia menggenangi ruang dunia ini menyegarkan rasa haus alam semesta akan panas terik sang mentari yang kian hari selalu menyinari, alam sudah sangat tua untuk memenuhi kebutuhan sang penghuni yang selalu menikmati tanpa mengasihi akan muka bumi ini, tetes air ini satu pertanda kasih alam kepada para penghuni untuk selalu mensyukuri akan nikmat yang telah diberi selama ini.

Minggu, 29 Desember 2013

Hai pengisap

Hewan ini sangat senang sekali mengisap darah datang ketika tak di undang hanya membuat kesal hinggap dimana saja saat membutuhkan makan, entah sudah mungkin kodratnya dia diciptakan sebagai hewan untuk menguji kesabaran insan akan rasa gatal yang ditimbulkan, hewan ini terlihat sangat mungil saat terbang terkadang cara memburunya dengan tepukan kedua telapak tangan karena itu tak terpikir untuk membiarkan dia makan.

Kodrat insan

Manusia itulah aku sebagai kodrat dari sang pencipta mulia pengisi surga terbuang jatuh di dunia yang fana, banyak sekali kisah mengenai aku sang insan yang tak pernah luput dari dosa pengampunan karena kesalahan. Dunia tempat hunian yang telah ditetapkan akan kesalahan pengingkaran manusia atas aturan tuhan menjauhkan larangan yang semestinya tak termakan.

Dua raga

Kamu tahu tidak sebenarnya langit kita itu tetap sama walaupun hanya saja jarak yang memisahkan dua raga karena itu jangan pernah takut untuk berjauhan akan jarak semestinya kita percaya jarak menghadiahkan perjumpaan yang tak ternilai harganya untuk kita saling berbagi cerita hingga tatapan dua pasang bola mata rasa cinta.

Sabtu, 28 Desember 2013

Tabungan rindu

Malam ini aku berterima kasih kepada rindu yang telah mengajarkan aku cara menghargai perjumpaan karena dengan adanya perjumpaan setidaknya aku menggugurkan rasa rindu yang telah lama memupuk dalam benak ini. Cicilan aku sudah terlalu banyak atas nama rindu dan dengan perjumpaan ini aku sudah melunasinya walaupun terkadang rindu takkan pernah terbayar hanya dalam satu tatapan aku dan kamu.