Sabtu, 18 Januari 2014

Negeri sentosa penuh derita

Negeri yang tak pernah habis akan keserakahan penghuninya, membentang mulai dari sabang hingga semenanjung merauke. Kaya akan segala ketersediaan flora maupun fauna, mulai rapuh dan semakin menua, semua hancur lenyap binasa. Pancasila sebagai ideologi negara, mulai tergoyahkan setelah merdeka, Sungguh, para pahlawan hanya mati terkenang dengan nama. Rakyat tak pernah merasakan keadilan yang merata, tak begitu para bangsawan hidup senang nan mulia. Miris sekali melihat negeri ini, habis terkikis ulah pemerintah yang lupa, berkoar akan janji yang tak pernah terbukti. Sejarah memberikan gambaran begitu banyak cerita, kisah demi kisah terkenang sebagai bukti dedikasi para pendahulu, setelah lama berjuang demi mencapai merdeka. Sudahkah bangsa ini merdeka? sayang sekali negeri ini hanya merdeka dengan pengakuan tak begitu dengan keadilan. Inilah negeri yang sentosa penuh derita, menorehkan luka kepada anak bangsa. Cerita ini merupakan ungkapan aku sebagai anak bangsa, yang lelah akan janji para pemangku penguasa. Sudah lupa rupanya mereka ketika berkoar janji berharap simpati masyarakat, tanpa kita sadari semua itu hanya dusta semata, yang kian musnah ditelan harta dan tahta. "Indonesia disinilah aku dilahirkan dan dibesarkan, maka dengan ini aku tanamkan harapan akan cita-cita bangsa merdeka merata sentosa". Aku simpan pancasila dalam benak pikiran sebagai tujuan, dan aku kenakan garuda sebagai lambang kebanggaan. Hai negeri indonesia , begitu banyak manusia yang tercipta ditanah air ini. Begitu banyak perbedaan suku, adat, dan bahasa dibalut dalam satu ikatan bhineka tunggal ika.

Jumat, 17 Januari 2014

Waktu (Khalil Gibran)

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang waktu?…. Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur. Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim. Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya. Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi, Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan. Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa. Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya? Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain? Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang? tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain, dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

Cinta (Khalil Gibran)

Aku bicara perihal cinta ????… Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar dan curam. Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu. Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya. Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman. Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia kan menyalibmu. Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu. Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari. Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami. Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri. Dia menebah engkau hingga engkau telanjang. Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu. Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih. Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar; Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya. Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan. Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan. Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta. Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta. Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu. Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta. Pabila kau mencintai kau takkan berkata, ‚Tuhan ada di dalam hatiku,‛ tapi sebaliknya, ‚Aku berada di dalam hati Tuhan‛. Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu. Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam. Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh. Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta; Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira. Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih; Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur; Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Kamis, 16 Januari 2014

Kutipan sang penyair

Malam ini rasa kantuk ini belum juga tiba, baru saja mengantarkan teman pamit untuk pulang. Saat membuka notebook, ingin sekali aku mencari pengetahuan atas karya seorang penyair yang bernama "Kahlil Gibran". Banyak sekali yang aku temui di google ketika mengetikan nama "Kahlil Gibran", selalu berkenaan dengan kata-kata yang banyak memiliki makna dari karyanya. Mungkin malam ini, aku ingin lebih mengenal siapakah "Kahlil Gibran" sebenarnya, begitu pula dengan karyanya. "Gajah di ingat karena belalainya, harimau di ingat karena taringnya, dan manusia di ingat kata-kata nya", itulah "Kahlil Gibran", dengan caranya menorehkan setiap kata yang terkenang hingga saat ini. Sungguh, penuh sekali kata yang begitu indah, yang tak hilang ditelan massa, banyak sekali makna akan setiap kata nya. Dan salah satu yang aku temui dalam setiap kata-kata nya mengenai makna akan cinta "Jangan kau kira datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah keterpautan jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad". Begitu dalam arti cinta yang tersusun dalam setiap kata dari seorang "Kahlil Gibran", aku yang mengagumi kata-kata nya, mungkin harus lebih banyak belajar dalam setiap karya nya dan mengenalnya dari setiap sejarah hidupnya. Tulisan malam ini akan aku tutup dengan satu kutipan dari sang penyusun kata mutiara "Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat serta keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak diserta cinta".

Senin, 13 Januari 2014

Coretan januari

Selamat pagi di hari senin, hari dimana kesibukan aktivitas dimulai. Peristiwa hari ini ditandai turunnya hujan, aku rasa cukup sering sekali turun dibulan januari ini, pertanda awal tahun dengan musim hujan. Langit terlihat mendung menghitam, tak seperti biasanya tersinari rona mentari, cuaca pun terasa lebih dingin dari biasanya. Masih terasa baru sebentar aku menginjak tahun ini, tapi tahun ini memberikan sensasi berbeda akan suasana langit. Januari begitu memberikan kejutan akan cuaca dan suasana berbeda, tak pandang pagi, siang, petang, maupun malam. Cuaca seperti ini memang terasa hangat jika kita menyajikan kopi, teh, maupun susu hangat. Aku rasa lebih membantu menangani cuaca dingin seperti ini, terlihat hujan banyak berkunjung ke beberapa kota di indonesia, saking derasnya hujan banyak juga kota yang terkena banjir. Karena memang hujan yang cukup deras mengakibatkan meningkatnya arus sungai menjadi meluap, masih bersyukur karena hujan disini tidak sampai mengakibatkan banjir. Kalau pun banjir ya terkadang hanya sebatas mata kaki, itu pun terlalu meluapnya genangan air dalam selokan-selokan, karena terkadang tumpukan sampah kerap memenuhinya. Budaya masyarakat yang tak pernah mau membuang sampah pada tempatnya itulah penyebabnya, walaupun begitu banyak penyediaan tempat sampah disetiap lingkungan masyarakat. Jadi sudah tak aneh jika memang banjir menjadi wabah yang sering sekali melanda hingga saat ini, tak pernah terpikir dibenak si pembuang sampah kalau ulahnya berakibat jangka panjang. Jika bukan kita sendiri, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan alam ini, sudah terlalu banyak kerusakan ulah manusia si penghuni.

Rabu, 08 Januari 2014

Potret dimensi waktu

Rindu sudah lama aku tak menulis dan berbagi dalam ruang blog ini, sulit memang meninggalkannya dalam setiap kesempatan, ingin sekali menjadikan blog ini tempat aku menuangkan berbagai cerita, dari setiap peristiwa hidup yang aku alami. Karena mungkin blog ini, akan menjadi potret kisah dari masa lalu untuk masa depan, dan semoga saja blog ini, akan menjadi dimensi waktu aku dimasa yang akan datang. Aku memang bukan perangkai kisah yang lebih baik, hanya saja aku ingin menyimpan kisah-kisah, dari setiap jemari ini tertata rapih dalam susunan kata. Blog ini memberikan ruangnya untuk menerima setiap coretan kisah hidup, segala imajinasi tertuang di dalamnya dengan rangkaian kata.

Minggu, 05 Januari 2014

Nikmat tak terhitung bilangan

Doa ini aku panjatkan
Akan nikmat yang tak terhitung bilangan
Rasa syukur ini aku ucapkan
Akan berkah yang selalu aku dapatkan

Berkah itu kembali turun, akan tetes air langit bersama angin berhembus kencang. Hujan itu yang aku maksud, terlihat cuaca sekarang sedang dipadati turunnya hujan. Tahun ini mungkin akan banyak tetes air langit yang lebih banyak turun, dibandingkan sinar sang surya seperti biasa merona memancarkan sinarnya. Ini hanya cara sang pencipta menyeimbangkan alam, akan semesta yang semakin menua, kalau dunia ini mulai menua bagaimana dengan manusia sebagai pengisinya. Entahlah yang aku tahu dunia hanyalah persinggahan sementara, sebelum mereka, para manusia kembali pada sang pencipta akan kodratnya. Aku berbagi kisah langit hari ini, akan satu peristiwa turunnya tetesan air berkah, yang meningkat pesat pada tahun ini. Benar, ini tahun baru sama seperti cuacanya pun baru, hujan lebat bercampur angin dahsyat. Setidaknya langit tahun ini lebih bergelimang air dari pada sinar sang surya, memang pergantian cuaca sudah diatur, layaknya aturan tetap yang takkan bisa diprediksi akal manusia. Bersama itu pula langit menurunkan berkah bernama hujan yang tak terkira, bila harus menghitung jatuhnya tetes airnya. Mungkin sebanyak itu pula berkah sang pencipta kepada semesta dan penghuninya, yang menerima nikmat dari mulai tercipta hingga massa berakhirnya.

 

Sabtu, 04 Januari 2014

Tangis langit senja

Hujan ini terasa lebih deras
Langit kembali menangis
Senja seakan telah terkikis
Oleh air yang tak pernah habis

Sore ini aku tuliskan 
Akan suasana langit yang kembali menangis 
Dengan tetesan air yang tak pernah habis 
Senja mungkin boleh habis terkikis 

Tapi tak begitu akan keindahan yang tak pernah sirna 
Dari sisi langit sebagai atap dan bumi sebagai alasnya
Memang tak terkira untuk aku melukiskan keindahan semesta
Begitu banyak alam ini memanjakan mata 

Aku hanya sang penghuni yang selalu menikmati 
Tanpa tahu apa yang telah aku beri 
Selama aku hidup sampai menunggu mati 
Aku sang penghuni mensyukuri berkah langit dan bumi 

Aku sang penghuni takkan bisa berbalas dengan materi 
Aku sang penghuni hanya menjaga sampai bertemu ajal nanti 
Wahai sang pencipta begitu megah keindahan ini 
Tak ada makhluk yang bisa menandingi 

Akulah sang penghuni yang tak pernah berbalas budi 
Tak terkira jika aku mengingkari semua nikmat bumi 
Langit menanti perintah untuk berhenti 
Hanya dari sang pencipta yang tak pernah mati kekal nan abadi 

Senja mungkin takkan menguning seperti biasa 
Lain waktu aku menunggu sinar yang merona 
Sang surya selalu setia memancarkan sinarnya  
Biarkan langit meneteskan berkah sore ini 
Untuk aku dan alam semesta nikmati

Sang pengayuh

Lelah tak pernah terlihat
Sang pengayuh tetap bersemangat
Hidup memang terlihat penat
Hanya hati yang terikat semangat

Ingat ketika malam itu, saat mereka sang pengayuh menjajakan profesinya, sehari penuh mereka bekerja, tanpa lelah dan tanpa rasa iba. Terlihat senyuman disetiap tutur katanya, tanda keramahan mereka, itulah dia sang pengayuh, yang selalu gigih berusaha tanpa lupa akan berdoa.

Rabu, 01 Januari 2014

Penikmat pilihan

Pilihan itulah namanya
Manusia selalu memiliki pilihan
Baik maupun buruk mereka tentukan
Semua keputusan menentukan jalan

Hitam pekat, mengandung candu, paling enak saat dingin, diminum selagi hangat, itulah ciri khas dia minuman bernama kopi, yang mungkin menjadi minuman pokok semua kalangan, kaya, miskin, tua, muda, pria, dan wanita. Karena memang kopi sangat terjangkau harganya, tak penting apa merk nya, yang terpenting itu rasa yang dihasilkannya, sama halnya setiap orang memiliki pendapat berbeda akan selera, itulah pendapat mereka akan minuman yang satu ini, yaitu kopi. Aku ingat kiasan mengenai kopi saat menonton film Milli & Nathan, kata yang terlontar ketika Milli mengartikan kesamaan cinta dengan kopi kepada Nathan, "Cinta itu seperti kopi panas. Paling enak ya diminum saat panas. Tapi resikonya jadi cepat habis. Biar nggak cepat habis ya diminumnya pelan-pelan. Tapi resikonya jadi cepat dingin" , Kalau pun menurut aku tentang arti kopi, aku akan samakan dengan makna kehidupan, "Hidup itu sama seperti rasa kopi, seseorang bisa memilih pahit dan manis, semua itu tergantung selera mereka, mau pahit maupun manis itulah pilihan, setiap orang harus siap akan resiko pilihannya". Kopi memang memiliki arti mendalam bagi si penikmatnya, termasuk aku, minuman yang satu ini selalu mengajarkan aku menentukan pilihan akan rasa manis maupun pahit.

Langit 2014

Waktu menunjukan 24:00 detik-detik tahun berganti
Tahun baru lembar mimpi untuk masa yang akan datang
Langit sudah terpenuhi oleh warna warni perayaan
Tahun kembali berganti terus hingga semakin menua

Malam ini tepat perayaan pergantian tahun, sama seperti tradisi biasanya, semua orang berbondong-bondong berkumpul, menyalakan kembang api tanda tahun berganti. Tepat malam ini, aku bersiap untuk menggantungkan beribu mimpi dan doa untuk tahun yang baru, dengan semua yang tercapai ditahun sebelumnya.

~Selamat tahun baru 2014 ~