Sabtu, 04 Januari 2014

Tangis langit senja

Hujan ini terasa lebih deras
Langit kembali menangis
Senja seakan telah terkikis
Oleh air yang tak pernah habis

Sore ini aku tuliskan 
Akan suasana langit yang kembali menangis 
Dengan tetesan air yang tak pernah habis 
Senja mungkin boleh habis terkikis 

Tapi tak begitu akan keindahan yang tak pernah sirna 
Dari sisi langit sebagai atap dan bumi sebagai alasnya
Memang tak terkira untuk aku melukiskan keindahan semesta
Begitu banyak alam ini memanjakan mata 

Aku hanya sang penghuni yang selalu menikmati 
Tanpa tahu apa yang telah aku beri 
Selama aku hidup sampai menunggu mati 
Aku sang penghuni mensyukuri berkah langit dan bumi 

Aku sang penghuni takkan bisa berbalas dengan materi 
Aku sang penghuni hanya menjaga sampai bertemu ajal nanti 
Wahai sang pencipta begitu megah keindahan ini 
Tak ada makhluk yang bisa menandingi 

Akulah sang penghuni yang tak pernah berbalas budi 
Tak terkira jika aku mengingkari semua nikmat bumi 
Langit menanti perintah untuk berhenti 
Hanya dari sang pencipta yang tak pernah mati kekal nan abadi 

Senja mungkin takkan menguning seperti biasa 
Lain waktu aku menunggu sinar yang merona 
Sang surya selalu setia memancarkan sinarnya  
Biarkan langit meneteskan berkah sore ini 
Untuk aku dan alam semesta nikmati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar