Hai dunia, hari ini aku ingin berbagi kisah tentang duka akan kerapuhan alam yang tak lagi muda. Ini aku sang penghuni, bertempat disalah satu lokasi dari begitu luasnya dunia yang aku huni. Sungguh semua fenomena yang terjadi tak luput dari kuasa Sang Pencipta, selalu mengingatkan akan perbuatan manusia yang membuat kerusakan dimuka bumi ini. Sudah terjadi bencana diberbagai daerah terutama indonesia, inikah cermin renungan untuk para insan yang lalai akan amanahnya. Gunung yang menjulang tinggi mulai memuntahkan seisinya, air dengan arus kencang mulai menghantam apapun disekitarnya, tanah yang tadinya kokoh mulai rapuh terkikis. Bahkan lautan yang begitu deras dengan terjangan ombaknya mulai terlihat surut seketika, mungkin bencana ini memang sudah semestinya terjadi, kapan pun kita harus bersiap menghadapinya. Semua memiliki awal bermula dan batas berakhirnya, pertanda dunia ini hanyalah sementara, tempat persinggahan sebelum menuju kekal selamanya. Hai dunia, terima kasih telah menjadi tempat aku berpijak dan menetap, sebagai khalifah yang diutus oleh Sang Pencita dari mulai manusia pertama. Hai dunia, terima kasih atas keindahan yang aku lihat sejak pertama membuka mata sampai tumbuh berkembang menjadi manusia seutuhnya. Jika sampai pada waktunya, semua akan musnah tak tersisa atas perintah Sang Pencipta. Aku hanya ingin titipkan rasa syukur telah menjadi salah satu manusia yang bisa hidup didunia ini dengan segala keindahan yang tak ternilai harganya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar