Kamis, 23 Oktober 2014

Pesona keindahan

Senja aku menemukanmu
Dibalik langit penuh kehalusan
Terlukiskan keindahan pesonamu
Dengan warna menguning penuh rona

Dibawahmu aku mengagumi
Dalam ronamu aku mencintai
Pesonamu terhapus seketika
Berganti malam yang gelap gulita

Indah tercipta saat surya menghilang
Menjelang malam bertabur bintang
Dalam jeda siang menuju malam
Kau tetap indah serta menawan

Terlukiskan pesan berpamitan
Seperti burung tak memiliki jam
Kembali bergegas untuk pulang
Sampai bertemu senja kusayang


Kamis, 02 Oktober 2014

Pesan berkemas rindu

Salam kepada hati yang terpisah....
Bagaimana kabarmu? Aku baik, semoga kamu baik-baik saja disana. Sudah lama tak jumpa, masih bertahankah dengan jarak? Tak usah risau oke. Jarak boleh memisahkan kedua raga kita saling berjauhan, tapi kita masih dibawah atap langit yang sama hingga kini. Kapan berjumpa nih? Tak sabar rasanya aku berjumpa. Mengingat suasana dalam satu waktu yang sama, tertawa berdua, tersenyum menatap mata begitu indah dan sederhana. Masih menanam rindukah? Tak usah lelah menanamnya yah. Kita akan memanen hasilnya berdua, begitu pun aku akan siap menunggu menguning hingga berbuah. Aku beritahu, rindu takkan menyakiti hatimu tapi dia akan mengajarimu rasanya menunggu untuk bertemu. Apakah wajahku masih menghiasi bingkaimu? Biarkan potret itu akan terus ada dan takkan lekang termakan massa. Biar wajah kita terus memuda dan takkan pernah keriput menua dalam bingkai abadi. Kenangan itu akan selalu ada walau kita sudah tak bersama lagi, dia pengingat kisah yang pernah ada dan terjalin begitu lama. Kuatkan hatimu, saat pundak ini tak lagi menjadi sandaranmu dalam susah bercampur beban. Kuatkan hatimu, saat tangan ini tak lagi bergandeng seperti biasa dalam ramai manusia. Jangan menyesal merindu, karena aku siap menjadi rumah kepulanganmu. Saat langkah ini tak lagi beriringan, siapkan dirimu berjalan dalam terjalnya hidup. Saat ini aku ingin menitipkan pesan berkemaskan rindu untukmu. Tak usah takut lagi akan ombak yang kian menghadangmu hingga terombang ambing, layaknya dilaut lepas aku akan siap menjadi karang yang kokoh untukmu berpegang.

Minggu, 31 Agustus 2014

Jumpa

Berjumpa walau seketika
Melirik kedua bola mata 
Memandang tak akan lupa
Begitu rasa amat bahagia 

Berpisah hanya sementara
Jarak pemisah dua raga
Langit atap kita berdua
Hati tetaplah bersama

Buat hati ini ramai 
Selalu bersorak gembira 
Biarlah kasih tak sampai
Nantikan datang juga

Biarkan aku memendam 
Rasa yang mesti dibungkam
Hingga kita berjumpa kembali
Dengan hati yang masih mencintai


Selasa, 13 Mei 2014

Surya terbenam

Hai malam 
Datang ketika surya terbenam
Selepas senja mulai menghilang
Beratapkan langit penuh bintang

Bergantung rembulan begitu tenang
Terlihat terang memancarkan sinar
Dengan bintang penuh bertaburan
Tak lagi terhitung oleh akal pikiran

Siang dan malam
Bertukar bagai memiliki jam
Menentukan terbit dan terbenam
Saat peran surya berganti rembulan

Salam untukmu malam
Dariku manusia dibawah naungan
Suasana langit gelap dengan bintang
Penuh keindahan yang tak terlukiskan







Selasa, 06 Mei 2014

Kata cinta

 Aku tidak hebat dalam bercerita, hanya aku belajar mencoba untuk merangkai kata !

Cinta itu rasa, rasa ketika menyukai dan menyayangi.
Cinta itu tak punya alasan jelas ketika tumbuh bersemi.
Seketika cinta datang dan hinggap dalam lubuk hati.
Menyukai dengan menatap mata seketika turun ke hati.
Menyimpan rasa penuh ungkapan kata menunggu berbagi.

Hati hanya bisa membendung rasa
Tak semua dapat terlontar oleh kata
Begitu pun cinta tak selalu bahagia
Terkadang rasa sakit pergi mengantarnya
Semua rencana takkan sama dengan fakta

Dialah cinta selalu penuh dengan cerita
Suka maupun duka memang begitu adanya
Dialah cinta selalu penuh dengan makna
setiap hati selalu menyimpan bahagia
Inilah cinta karenanya manusia tercipta

Dua hati bersatu menjadi satu
Dalam raga berbeda menjadi sama
Satu cinta melengkapi keduanya
Menyatukan setiap ego menjadi satu
Dalam kemas yang berlandaskan cinta

Sabtu, 03 Mei 2014

H.C.U

Puisi ini aku buat dengan penuh rasa cinta akan kenanganmu semasa hidup didunia !

Hari itu haru bercampur cemas
Penuh rasa khawatir dan gelisah 
Tubuhmu terkujur penuh lemas 
Detak jantung yang mulai melemah

Menanti setiap waktu berjumpa
Walau hanya dengan menatap mata
Menatap dengan penuh cinta
Dengan hati yang lemah tak kuasa

Tiba saatnya tuhan mengambilnya 
Penuh iba aku panjatkan do'a
Untuk ampunan atas segala dosa
Semasa hidupnya saat didunia

Jasad yang tak lagi bernyawa
Diam memucat tak lagi bersuara
Kecupan kening untuk terakhir kalinya
Tanda perpisahan dengan sosokmu tercinta

Semua tak akan hilang begitu saja 
Dan takkan pernah terganti
Hingga nanti kita berjumpa
Kepada-Nya akupun kembali

Salam dari anakmu, terima kasih telah mengajarkanku akan arti hidup yang sesungguhnya, lewat blog ini aku berbagi kenangan untuk nanti disimpan dan takkan hilang akan selalu terkenang :) 

(H.C.U)
(Eli Lailiz Hilmi, SH)
(25-04-2014 - 28-04-2014)








Rabu, 26 Maret 2014

Pesan dikala senja

Indah menatap senja, dengan langit terlihat menguning penuh rona. Cahaya masuk memenuhi ruang kamar, dari setiap celah jendela, terasa hangat seperti memberi pesan perpisahan. Sang surya sudah harus pamit berganti dengan dewi rembulan yang menerangi malam, keduanya indah saling melengkapi bagai dua pasang kekasih. Secangkir minuman yang aku sebut kopi, menemani jari jemari ini merangkai setiap kata, dengan cahaya rona senja menusuk mata. Indah dengan aku padukan suara musik pengiring senja, semakin merasakan kehangatan indahnya senja di dalam kamar dengan wajah menghadap ke langit. Ini adalah nilai rasa syukur kepada sang pencipta. Karenanya aku bisa menikmati langit yang begitu luas tak berujung, matahari yang tak pernah padam seolah memiliki jam, dan angin yang terus berhembus membawa kesejukan. Hidup memang untuk dinikmati, menikmati semua yang telah diberikan, dan menjaga agar tak kehilangan. Aku belajar kepada alam, yang selalu memberi pelajaran akan hidup, bahkan alam yang membuat kita bernafas lega, ketika oksigen yang kita hirup adalah salah satu proses dari hasil fotosintesis. Alam sudah memberikan apa saja yang kita butuhkan, begitulah guna dia diciptakan, hanya saja kita sebagai manusia yang tak pernah menjaga seolah tak membutuhkan. Terlihat mentari mulai meredup terbenam, berpamitan seolah memang memiliki jam pulang, dan bergantian dengan terbit dewi rembulan pengisi malam. Aku titip pesan untuk mentari yang terbenam "Hai sang surya, terima kasih untuk hari ini atas hangatnya sinar yang terpancarkan dan tetaplah terbit terus bersinar hingga terbenam". Aku titipkan juga pesan untuk dewi rembulan "Hai dewi rembulan, cahaya penghias malam yang tak pernah padam, tetaplah bersinar di atap langit bersama taburan bintang yang tak tergantikan" . Aku manusia yang selalu bangga akan keindahan kalian, dua pasang kekasih yang saling bergantian, menyinari dunia dari kegelapan.

Rabu, 19 Maret 2014

Akulah banjir

Aku adalah air
Tergenang karena lingkungan
Tak terjaga terus meluap
Hingga tak terbendung

Aku air yang tak diinginkan
Tiap kali datang tak memberi kesan
Hanya menyisakan kotoran
Untuk selalu dibersihkan

Banjir itulah aku
Manusia hanya ingin aku pergi
Tapi tak pernah menanggulangi
Hingga selalu aku genangi

Sampah yang selalu terbuang
Berserakan membuat sumbatan
Pohon rindang sudah habis ditebang
Ulah manusia yang tak pernah berpikir panjang

Selasa, 18 Maret 2014

Jeruji sangkar

Aku seekor burung 
Selalu terbang hinggap disetiap pohon
Tak memiliki jam tangan
Tak memiliki penunjuk jalan
Tetapi aku tak pernah lupa untuk pulang


Aku diciptakan menghiasi alam
Diberikan kedua sayap untuk terbang
Sesuka hati tak ada yang melarang

 
Hingga saatnya aku harus terjerat dalam jebakan manusia
Dan terkurung dalam jeruji bernama sangkar
Yang membuat aku tak bisa terbang
 
Walaupun begitu banyak makanan tersedia
Tapi aku lebih senang untuk terbang
Merasakan kebebasan menghirup udara alam


Aku hidup untuk terbang mengepakan kedua sayap
Mengelilingi langit yang luas tak berujung
Hingga senja sebagai penanda waktu untuk pulang

 
Hanya sangkar ini yang mengurung
Membatasi aku terbang
Takkan sama senyaman pohon berindang


Aku ingin keluar 
Tak ingin terus menerus dalam sangkar
Terkurung dan tak bisa terbang

 
Andai saja manusia mengerti setiap kicau yang terlontar
Keluhan hati yang ingin segera keluar
Menikmati setiap sinar surya terbit dan terbenam


Hai manusia
Aku burung yang ingin terbang
Pergi bebas tak ada yang melarang
Dan tak ingin terkurung dalam jeruji bernama sangkar

Selasa, 11 Maret 2014

Persimpangan pilihan

Pilihan itulah yang selalu membuat manusia bersikeras menentukan, baik maupun buruk itulah resiko yang ditanggung ketika mereka memilih. Setiap orang selalu dihadapkan akan pilihan, karena memang hidup adalah pilihan. Ketika memilih hidup untuk bangun dari mimpi dan bergerak mewujudkan, atau hidup untuk tertidur dalam nyamannya mimpi dan terus terdiam, itulah pilihan bagai dua jalan baik atau buruk kita yang menentukan. Inilah yang aku alami akan pilihan jalan hidup, memilih untuk jalan mulus tanpa terjal yang menghantam atau jalan yang sangat terjal dengan kerikil yang menyakitkan. Selalu dihadapkan dengan pilihan dan keputusan yang membingungkan untuk menentukan arah dua jalan, berserah diri meminta petunjuk yang terbaik akan persimpangan pilihan. Dahulu pun begitu, manusia diciptakan menempati ruang yang begitu sempurna, dengan keindahan yang tak ternilai harga. Akan satu larangan dari sang pencipta, yang membuat Adam tergoda, dan menanggung resiko menempati ruang dunia. Inilah bukti akan pilihan manusia untuk hidup, dahulu pun begitu dihadapkan memilih untuk ta'at memegang teguh janji atau malah ingkar dengan nafsu yang tak terkendali. Jadi, memang pilihan adalah alasan nenek moyang kita menempati dunia, setelah ingkar akan teguhnya janji kepada sang pencipta dan terbuang dari indahnya surga yang tak ternilai harga. Hanya kepada sang pencipta yang jauh diatas sana, aku berserah diri dari kegelisahan menentukan pilihan atas dua jalan.

Minggu, 02 Maret 2014

Penunggu janji

Luapan emosi ini adalah satu tanda akan kemarahanku terhadap keadaan, yang semakin kesini makin memburuk tak pernah ada perubahan terutama tehadap kehidupanku. Sudah sejak lama janji-janji yang terucap hingga ku tunggu teguh setiap janji, semua membuatku jenuh akan menunggu yang tak pernah terbukti hingga saat ini. Harus bagaimana lagi menghadapi semua keadaan seperti ini, sudah sejak lama hati ini selalu bersorak-sorak menagih janji yang selalu ku harapkan terbukti. Semua sudah ku turuti keinginan mereka, tapi hati selalu bertanya "Mengapa tidak ada timbal balik untuk menuruti keinginanku yang satu ini?" berbagai cara meminta tetap saja tidak mereka gubris. Terasa mulai lelah hati ini menanti memakan janji, yang selalu mereka ingkari hingga saat ini tak pernah terbukti. Tepat hati ini memuncak dengan keinginan yang tak pernah dituruti, sudah cukup waktu panjang untukku untuk selalu menunggu. Lewat blog ini, selalu ku torehkan setiap cerita suka maupun duka, hanya waktu yang dapat menjawabnya.

Sabtu, 01 Maret 2014

Kesan bahagia maret

Hai bulan maret yang aku tunggu, hai tanggal 1 yang aku nanti. Tak terasa kita berjumpa kembali dengan bertambahnya usia aku saat ini, semua memang terasa cepat hingga tak terasa sudah semakin tua aku ini. Penuh sekali kesan yang aku lalui setiap kali bertemu dengan maret tepat jatuh pada tanggal 1, suka maupun duka semua aku alami seiring bertambah usia. Aku lebih menamakan hari ini, bulan ini, dengan hari bahagia. Hari aku melihat dunia sejak pertama kali terlahir dari sosok wanita dinamai ibu. Sudah berbelas tahun aku hidup di dunia, ternyata sang pencipta masih mengijinkan aku menempati bumi hingga saat ini. Ucapan syukur atas berkah umur panjang membuat aku semakin sadar, ini takkan berarti jika aku pakai di sisa hidup untuk hal tak berguna. Tepat hari ini kesan penuh kejutan memenuhi ruang bahagia, yang mungkin kali ini lebih berbeda, perasaan aku lebih bahagia walaupun tak harus mewah tapi cukup dengan sesederhana mungkin. Semua berkumpul menjadi satu, aku menamakannya kebahagiaan, tak pernah akan hilang walau tergerus oleh waktu. Aku rasa kejutan untuk maret kali ini lebih lengkap, dan jujur saja ini peristiwa yang takkan terlupakan, karena aku memang tak pernah mendapatkannya kecuali pada perayaan kelahiran yang satu ini. Tak heran ini adalah rencana para sahabat yang tak pernah lekang oleh waktu, dan wanita yang selalu penuh kejutan. Mereka semua berhasil membuat aku merasa bahagia, merasa berkesan, dan merasa terkejut akan kejutan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Aku menorehkan kesan pada blog ini, agar suatu saat nanti akan menjadi sesuatu yang tak pernah hilang, dan selalu diingat ketika membacanya. Bukti akan kesan aku, hari ini diperayaan lahir yang menanamkan rasa bahagia. Ini aku Fikry Hilmi Wijayakusumah telah bertambah usia, tepat pada 01-Maret-2014 mengucapkan terima kasih kepada orang-orang atas doa yang mereka panjatkan kepada sang pencipta alam semesta. Semoga semua doa terkabul dan aku semakin menjadi sosok pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, penuh kejutan, dan tetap berkesan. Amin




Kamis, 27 Februari 2014

Sempurna tak pernah nyata

Sore ini aku belajar akan kesempurnaan yang aku dapati dari karangan "Dewi Lestari" dengan judul "Filosofi Kopi", entah kisah ini memaknai akan kerja keras, untuk mendapati titik sempurna yang nyatanya tak pernah tercapai. Ambisi untuk mendapati sempurna adalah watak untuk seorang yang bernama "Ben" dengan berharap kopi yang memang dia ciptakan tak tertandingi. Ternyata memang selalu ada langit setelah langit, itulah kenapa tidak ada yang sempurna, tanpa Ben sadari masih ada yang lebih enak dari kopi buatannya. Pak Seno si penjual kopi dengan gubuk yang lebih terlihat seadanya dibanding Ben dengan kedai kopi yang begitu tertata rapi, ternyata memiliki kopi yang dapat mengalahkan kopi Ben's Perfecto yaitu Kopi tiwus buatan Pak Seno, yang hanya penjual kopi biasa namun memiliki rasa kopi yang lebih enak saat diminum. Nama tiwus pun diambil dari sepeninggalan putrinya, begitulah Pak Seno manamai kopi racikannya. Sontak Ben yang mengira kopi buatannya adalah kopi sempurna tak tertandingi merasa tak percaya. Tersadar akan kopi buatannya sudah tertandingi oleh kopi buatan Pak Seno, dengan rasa kecewa dia pun harus menerima jika memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Aku memaknai kisah ini akan sosok Ben yang merasa kopinya sempurna, tertegur hatinya akan sosok Pak Seno pedagang kecil di pelosok desa dapat membuat kopi yang lebih enak dibandingkannya. Percaya memang kata sempurna hanyalah milik Sang Pencipta, walaupun dengan semesta dan seisinya takkan dapat menandinginya.

Jumat, 14 Februari 2014

Kisah kepada dunia

Hai dunia, hari ini aku ingin berbagi kisah tentang duka akan kerapuhan alam yang tak lagi muda. Ini aku sang penghuni, bertempat disalah satu lokasi dari begitu luasnya dunia yang aku huni. Sungguh semua fenomena yang terjadi tak luput dari kuasa Sang Pencipta, selalu mengingatkan akan perbuatan manusia yang membuat kerusakan dimuka bumi ini. Sudah terjadi bencana diberbagai daerah terutama indonesia, inikah cermin renungan untuk para insan yang lalai akan amanahnya. Gunung yang menjulang tinggi mulai memuntahkan seisinya, air dengan arus kencang mulai menghantam apapun disekitarnya, tanah yang tadinya kokoh mulai rapuh terkikis. Bahkan lautan yang begitu deras dengan terjangan ombaknya mulai terlihat surut seketika, mungkin bencana ini memang sudah semestinya terjadi, kapan pun kita harus bersiap menghadapinya. Semua memiliki awal bermula dan batas berakhirnya, pertanda dunia ini hanyalah sementara, tempat persinggahan sebelum menuju kekal selamanya. Hai dunia, terima kasih telah menjadi tempat aku berpijak dan menetap, sebagai khalifah yang diutus oleh Sang Pencita dari mulai manusia pertama. Hai dunia, terima kasih atas keindahan yang aku lihat sejak pertama membuka mata sampai tumbuh berkembang menjadi manusia seutuhnya. Jika sampai pada waktunya, semua akan musnah tak tersisa atas perintah Sang Pencipta. Aku hanya ingin titipkan rasa syukur telah menjadi salah satu manusia yang bisa hidup didunia ini dengan segala keindahan yang tak ternilai harganya.

Sabtu, 18 Januari 2014

Negeri sentosa penuh derita

Negeri yang tak pernah habis akan keserakahan penghuninya, membentang mulai dari sabang hingga semenanjung merauke. Kaya akan segala ketersediaan flora maupun fauna, mulai rapuh dan semakin menua, semua hancur lenyap binasa. Pancasila sebagai ideologi negara, mulai tergoyahkan setelah merdeka, Sungguh, para pahlawan hanya mati terkenang dengan nama. Rakyat tak pernah merasakan keadilan yang merata, tak begitu para bangsawan hidup senang nan mulia. Miris sekali melihat negeri ini, habis terkikis ulah pemerintah yang lupa, berkoar akan janji yang tak pernah terbukti. Sejarah memberikan gambaran begitu banyak cerita, kisah demi kisah terkenang sebagai bukti dedikasi para pendahulu, setelah lama berjuang demi mencapai merdeka. Sudahkah bangsa ini merdeka? sayang sekali negeri ini hanya merdeka dengan pengakuan tak begitu dengan keadilan. Inilah negeri yang sentosa penuh derita, menorehkan luka kepada anak bangsa. Cerita ini merupakan ungkapan aku sebagai anak bangsa, yang lelah akan janji para pemangku penguasa. Sudah lupa rupanya mereka ketika berkoar janji berharap simpati masyarakat, tanpa kita sadari semua itu hanya dusta semata, yang kian musnah ditelan harta dan tahta. "Indonesia disinilah aku dilahirkan dan dibesarkan, maka dengan ini aku tanamkan harapan akan cita-cita bangsa merdeka merata sentosa". Aku simpan pancasila dalam benak pikiran sebagai tujuan, dan aku kenakan garuda sebagai lambang kebanggaan. Hai negeri indonesia , begitu banyak manusia yang tercipta ditanah air ini. Begitu banyak perbedaan suku, adat, dan bahasa dibalut dalam satu ikatan bhineka tunggal ika.

Jumat, 17 Januari 2014

Waktu (Khalil Gibran)

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang waktu?…. Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur. Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim. Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya. Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi, Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan. Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa. Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya? Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain? Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang? tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain, dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

Cinta (Khalil Gibran)

Aku bicara perihal cinta ????… Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar dan curam. Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu. Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya. Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman. Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia kan menyalibmu. Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu. Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari. Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami. Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri. Dia menebah engkau hingga engkau telanjang. Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu. Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih. Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar; Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya. Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan. Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan. Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta. Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta. Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu. Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta. Pabila kau mencintai kau takkan berkata, ‚Tuhan ada di dalam hatiku,‛ tapi sebaliknya, ‚Aku berada di dalam hati Tuhan‛. Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu. Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam. Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh. Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta; Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira. Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih; Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur; Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Kamis, 16 Januari 2014

Kutipan sang penyair

Malam ini rasa kantuk ini belum juga tiba, baru saja mengantarkan teman pamit untuk pulang. Saat membuka notebook, ingin sekali aku mencari pengetahuan atas karya seorang penyair yang bernama "Kahlil Gibran". Banyak sekali yang aku temui di google ketika mengetikan nama "Kahlil Gibran", selalu berkenaan dengan kata-kata yang banyak memiliki makna dari karyanya. Mungkin malam ini, aku ingin lebih mengenal siapakah "Kahlil Gibran" sebenarnya, begitu pula dengan karyanya. "Gajah di ingat karena belalainya, harimau di ingat karena taringnya, dan manusia di ingat kata-kata nya", itulah "Kahlil Gibran", dengan caranya menorehkan setiap kata yang terkenang hingga saat ini. Sungguh, penuh sekali kata yang begitu indah, yang tak hilang ditelan massa, banyak sekali makna akan setiap kata nya. Dan salah satu yang aku temui dalam setiap kata-kata nya mengenai makna akan cinta "Jangan kau kira datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah keterpautan jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad". Begitu dalam arti cinta yang tersusun dalam setiap kata dari seorang "Kahlil Gibran", aku yang mengagumi kata-kata nya, mungkin harus lebih banyak belajar dalam setiap karya nya dan mengenalnya dari setiap sejarah hidupnya. Tulisan malam ini akan aku tutup dengan satu kutipan dari sang penyusun kata mutiara "Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat serta keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak diserta cinta".

Senin, 13 Januari 2014

Coretan januari

Selamat pagi di hari senin, hari dimana kesibukan aktivitas dimulai. Peristiwa hari ini ditandai turunnya hujan, aku rasa cukup sering sekali turun dibulan januari ini, pertanda awal tahun dengan musim hujan. Langit terlihat mendung menghitam, tak seperti biasanya tersinari rona mentari, cuaca pun terasa lebih dingin dari biasanya. Masih terasa baru sebentar aku menginjak tahun ini, tapi tahun ini memberikan sensasi berbeda akan suasana langit. Januari begitu memberikan kejutan akan cuaca dan suasana berbeda, tak pandang pagi, siang, petang, maupun malam. Cuaca seperti ini memang terasa hangat jika kita menyajikan kopi, teh, maupun susu hangat. Aku rasa lebih membantu menangani cuaca dingin seperti ini, terlihat hujan banyak berkunjung ke beberapa kota di indonesia, saking derasnya hujan banyak juga kota yang terkena banjir. Karena memang hujan yang cukup deras mengakibatkan meningkatnya arus sungai menjadi meluap, masih bersyukur karena hujan disini tidak sampai mengakibatkan banjir. Kalau pun banjir ya terkadang hanya sebatas mata kaki, itu pun terlalu meluapnya genangan air dalam selokan-selokan, karena terkadang tumpukan sampah kerap memenuhinya. Budaya masyarakat yang tak pernah mau membuang sampah pada tempatnya itulah penyebabnya, walaupun begitu banyak penyediaan tempat sampah disetiap lingkungan masyarakat. Jadi sudah tak aneh jika memang banjir menjadi wabah yang sering sekali melanda hingga saat ini, tak pernah terpikir dibenak si pembuang sampah kalau ulahnya berakibat jangka panjang. Jika bukan kita sendiri, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan alam ini, sudah terlalu banyak kerusakan ulah manusia si penghuni.

Rabu, 08 Januari 2014

Potret dimensi waktu

Rindu sudah lama aku tak menulis dan berbagi dalam ruang blog ini, sulit memang meninggalkannya dalam setiap kesempatan, ingin sekali menjadikan blog ini tempat aku menuangkan berbagai cerita, dari setiap peristiwa hidup yang aku alami. Karena mungkin blog ini, akan menjadi potret kisah dari masa lalu untuk masa depan, dan semoga saja blog ini, akan menjadi dimensi waktu aku dimasa yang akan datang. Aku memang bukan perangkai kisah yang lebih baik, hanya saja aku ingin menyimpan kisah-kisah, dari setiap jemari ini tertata rapih dalam susunan kata. Blog ini memberikan ruangnya untuk menerima setiap coretan kisah hidup, segala imajinasi tertuang di dalamnya dengan rangkaian kata.

Minggu, 05 Januari 2014

Nikmat tak terhitung bilangan

Doa ini aku panjatkan
Akan nikmat yang tak terhitung bilangan
Rasa syukur ini aku ucapkan
Akan berkah yang selalu aku dapatkan

Berkah itu kembali turun, akan tetes air langit bersama angin berhembus kencang. Hujan itu yang aku maksud, terlihat cuaca sekarang sedang dipadati turunnya hujan. Tahun ini mungkin akan banyak tetes air langit yang lebih banyak turun, dibandingkan sinar sang surya seperti biasa merona memancarkan sinarnya. Ini hanya cara sang pencipta menyeimbangkan alam, akan semesta yang semakin menua, kalau dunia ini mulai menua bagaimana dengan manusia sebagai pengisinya. Entahlah yang aku tahu dunia hanyalah persinggahan sementara, sebelum mereka, para manusia kembali pada sang pencipta akan kodratnya. Aku berbagi kisah langit hari ini, akan satu peristiwa turunnya tetesan air berkah, yang meningkat pesat pada tahun ini. Benar, ini tahun baru sama seperti cuacanya pun baru, hujan lebat bercampur angin dahsyat. Setidaknya langit tahun ini lebih bergelimang air dari pada sinar sang surya, memang pergantian cuaca sudah diatur, layaknya aturan tetap yang takkan bisa diprediksi akal manusia. Bersama itu pula langit menurunkan berkah bernama hujan yang tak terkira, bila harus menghitung jatuhnya tetes airnya. Mungkin sebanyak itu pula berkah sang pencipta kepada semesta dan penghuninya, yang menerima nikmat dari mulai tercipta hingga massa berakhirnya.

 

Sabtu, 04 Januari 2014

Tangis langit senja

Hujan ini terasa lebih deras
Langit kembali menangis
Senja seakan telah terkikis
Oleh air yang tak pernah habis

Sore ini aku tuliskan 
Akan suasana langit yang kembali menangis 
Dengan tetesan air yang tak pernah habis 
Senja mungkin boleh habis terkikis 

Tapi tak begitu akan keindahan yang tak pernah sirna 
Dari sisi langit sebagai atap dan bumi sebagai alasnya
Memang tak terkira untuk aku melukiskan keindahan semesta
Begitu banyak alam ini memanjakan mata 

Aku hanya sang penghuni yang selalu menikmati 
Tanpa tahu apa yang telah aku beri 
Selama aku hidup sampai menunggu mati 
Aku sang penghuni mensyukuri berkah langit dan bumi 

Aku sang penghuni takkan bisa berbalas dengan materi 
Aku sang penghuni hanya menjaga sampai bertemu ajal nanti 
Wahai sang pencipta begitu megah keindahan ini 
Tak ada makhluk yang bisa menandingi 

Akulah sang penghuni yang tak pernah berbalas budi 
Tak terkira jika aku mengingkari semua nikmat bumi 
Langit menanti perintah untuk berhenti 
Hanya dari sang pencipta yang tak pernah mati kekal nan abadi 

Senja mungkin takkan menguning seperti biasa 
Lain waktu aku menunggu sinar yang merona 
Sang surya selalu setia memancarkan sinarnya  
Biarkan langit meneteskan berkah sore ini 
Untuk aku dan alam semesta nikmati

Sang pengayuh

Lelah tak pernah terlihat
Sang pengayuh tetap bersemangat
Hidup memang terlihat penat
Hanya hati yang terikat semangat

Ingat ketika malam itu, saat mereka sang pengayuh menjajakan profesinya, sehari penuh mereka bekerja, tanpa lelah dan tanpa rasa iba. Terlihat senyuman disetiap tutur katanya, tanda keramahan mereka, itulah dia sang pengayuh, yang selalu gigih berusaha tanpa lupa akan berdoa.

Rabu, 01 Januari 2014

Penikmat pilihan

Pilihan itulah namanya
Manusia selalu memiliki pilihan
Baik maupun buruk mereka tentukan
Semua keputusan menentukan jalan

Hitam pekat, mengandung candu, paling enak saat dingin, diminum selagi hangat, itulah ciri khas dia minuman bernama kopi, yang mungkin menjadi minuman pokok semua kalangan, kaya, miskin, tua, muda, pria, dan wanita. Karena memang kopi sangat terjangkau harganya, tak penting apa merk nya, yang terpenting itu rasa yang dihasilkannya, sama halnya setiap orang memiliki pendapat berbeda akan selera, itulah pendapat mereka akan minuman yang satu ini, yaitu kopi. Aku ingat kiasan mengenai kopi saat menonton film Milli & Nathan, kata yang terlontar ketika Milli mengartikan kesamaan cinta dengan kopi kepada Nathan, "Cinta itu seperti kopi panas. Paling enak ya diminum saat panas. Tapi resikonya jadi cepat habis. Biar nggak cepat habis ya diminumnya pelan-pelan. Tapi resikonya jadi cepat dingin" , Kalau pun menurut aku tentang arti kopi, aku akan samakan dengan makna kehidupan, "Hidup itu sama seperti rasa kopi, seseorang bisa memilih pahit dan manis, semua itu tergantung selera mereka, mau pahit maupun manis itulah pilihan, setiap orang harus siap akan resiko pilihannya". Kopi memang memiliki arti mendalam bagi si penikmatnya, termasuk aku, minuman yang satu ini selalu mengajarkan aku menentukan pilihan akan rasa manis maupun pahit.

Langit 2014

Waktu menunjukan 24:00 detik-detik tahun berganti
Tahun baru lembar mimpi untuk masa yang akan datang
Langit sudah terpenuhi oleh warna warni perayaan
Tahun kembali berganti terus hingga semakin menua

Malam ini tepat perayaan pergantian tahun, sama seperti tradisi biasanya, semua orang berbondong-bondong berkumpul, menyalakan kembang api tanda tahun berganti. Tepat malam ini, aku bersiap untuk menggantungkan beribu mimpi dan doa untuk tahun yang baru, dengan semua yang tercapai ditahun sebelumnya.

~Selamat tahun baru 2014 ~